'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
4000 Bibit Pohon Diboyong LLHPB Tulungagung dari Persemaian Permanen Mojokerto
06 Desember 2021 20:21 WIB | dibaca 189
 
TULUNGAGUNG, llhpb.aisyiyah.or.id - Selasa (30/11) 'Aisyiyah Tulungagung memboyong 4000 bibit pohon dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Brantas Sampean. Bibit pohon tersebut 60% berjenis kayu dan 40% berjenis buah, terdiri atas 15 tanaman yaitu sengon, trembesi, kelor, kayu putih, nangka, jati, balsa, jambu merah, durian, kelengkeng, rambutan, matoa, kopi, tabebuya, dan sukun.
 
Pengambilan bibit pohon ke BPDASHL di Mojokerto oleh PDA Tulungagung ini adalah kali ketiga. Pengambilan pertama dilakukan pada tahun 2018 dengan jumlah bibit sebanyak 6000 yang kemudian ditanam di daerah Besuki dan Pagerwojo. Tahun kedua pada 2019 sebanyak 80.000 pohon, saat itu Aisyiyah bekerjasama dengan beberapa pemerintah desa di Tulungagung, kelompok tani, karang taruna, Pramuka dan LSM yang peduli akan kelestarian alam di Tulungagung. Kemudian, dikarenakan pandemi, pada tahun 2020 PDA Tulungagung tidak mengambil benih dari BPDASHL Mojokerto. Tahun ini, bersama dengan Program Penanaman Pohon dan Sayur dengan Simtem Pola Asuh, PDA Tulungagung kembali mengakses bibit tanaman buah dan kayu.
 
Endah yang menjadi penanggung jawab pengambilan bibit ini menyampaikan kepada Lukman Nurdini pelaksana teknis di persemaian permanen bahwa PDA Tulungagung tahun ini sengaja mengambil bibit dalam jumlah kecil karena bibit ini nanti akan diberikan kepada mereka yang mau merawat dan mengasuh. Siapa saja yang akan menjadi pengasuh pohon sudah didata oleh PDA Tulungagung, yaitu dari guru 'Aisyiyah dan PCA Bandung. Sistem pola asuh ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman tahun kemarin, gerakan menanam pohon tanpa pengasuhan menimbulkan banyak pohon yang tidak terawat bahkan habis karena daunnya diambil untuk pakan ternak.
 
Lukman memberikan apresiasi kepada 'Aisyiyah khususnya PDA Tulungagung yang telah bersedia bekerja sama dengan BPDASHL dalam merawat pohon dan tanaman terutama dengan sistem pola asuh yang diterapkan dalam gerakan penanaman pohon ini. BPDASHL selalu membuka pintu jika sewaktu-waktu PDA Tulungagung masih membutuhkan bibit, yang tentunya sesuai yang dimiliki oleh persemaian permanen Mojokerto ini. "Selama masih ada pembibitan kami siap menerima kehadiran siapa pun untuk mengakses bibit tanaman buah dan kayu."
 
Di akhir perbincangan, sembari mengawasi proses memindahkan bibit dari lahan persemaian ke dalam truk, Lukman menyampaikan pesan agar maksimal dua pekan setelah pengambilan bibit ada laporan penanaman bibit pada titik-titik ordinat penanaman yang sudah diajukan. *(endah/fah)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari