'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
AISYIYAH PEDULI PENANGGULANGAN COVID-19
23 April 2020 21:36 WIB | dibaca 202

Semarang - Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kota Semarang membentuk kelompok “Aisyiyah Peduli Penanggulangan Covid 19” memberikan bantuan kepada anggota 'Aisyiyah dan masyarakat sekitarnya yang terkena dampak pandemi covid-19, acara secara simbolis diadakan di kantor PDA Kotra Semarang jalan Raya Wonodri pada tanggal 22 April 2020.

Indonesia sedang mengalami pandemi covid-19, dan kasusnya setiap hari bertambah.  Dampak dari pandemi ini tidak hanya disektor kesehatan saja namum disektor yang lain seperti ekonomi.  Beberapa kebijakan Pemerintah antara lain, proses belajar mengajar dengan daring / online, pegawai bekerja dari rumah / WFH (Work From Home), ibadah dari rumah, kegiatan sosial yang mengumpulkan orang banyak tidak boleh dan sebagainya.  Kebijaka ini semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19. 

Dampak negatif dari para pekerja informal terutama pada penurunan pendapatan sehingga pemenuhan kebutuhan primer untuk makan sebagian berkurang.  Oleh karen itu Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Semarang  merupakan organisasi masyarakat yang selalu peduli dengan masyarakat, bergerak bersama Pemerintah, ikut membantu  masyarakat yang terkena dampak pandemi corona membentuk kelompok “Aisyiyah Peduli Penanggulangan Covid-19".

Anggota Aisyiyah yang mampu dan ikhlas membagi sebagian rizkinya  kemudian dikumpulkan.  Alhamdulillah bertepatan tanggal 28 Sya’ban 1441 H/ 22 April  2020 M, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Semarang, Ibu Hj Widyastuti Renaningsih SH telah membagi: 200 paket sembako, 100 masker dan 8 dus susu.  Sembako diperuntukan para guru TK  ABA, Guru PAUD dan masyarakat yang kurang mampu.  Masker untuk anak Panti Putri Aisyiyah dan susu untuk petugas Rumah sakit Roemani Semarang.

Demikian hasil dari kepedulian PDA Kota Semarang, semoga bisa terus membantu kaum yang kurang mampu dan ini dicatat sebagai amal jariah. Aamiin.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari