'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
[ INSPIRASI ] Program Kelentingan Keluarga di Jakarta Utara: Do'a yang Diijabah
05 Oktober 2020 16:34 WIB | dibaca 311
 
 
 
Konferensi Pers Gubernur DKI Jakarta tanggal 9 September 2020 tentang Kebijakan Pemberlakuan PSBB lagi mulai tanggal 14 September 2020, membuat kami harus mengambil keputusan untuk menjadwalkan ulang Monitoring dan Evaluasi Akhir Program Keluarga dan Komunitas Lenting PP Aisyiyah dengan sponsor The Asia Foundation yg sedang kami jalankan. Kegiatan ini akhirnya kami majukan, dari yang semula tanggal 19 September 2020 menjadi tanggal 12 September 2020. Awalnya kami ingin mengundang ibu-ibu PWA DKI Jakarta, namun terpaksa kami batalkan. Sehingga Monitoring dan evaluasi ini dihadiri oleh Ketua Komunitas dan Ketua Kelompok kegiatan saja.
 
Rombongan kami terdiri dari 4 (empat) orang yaitu Penanggungjawab program, Ibu Dra Soenanti MM; Ketua Bidang Kesehatan DPP IMM; TVMU; dan saya, Ketua MKS PDA Jakarta Utara sekaligus  Pengelola Keuangan Area Manager 5. Lokasi binaan terletak di 3 (tiga) titik yang tidak searah, dan kemudian kami sebut Segitiga Pantura.
 
Tujuan pertama kami adalah Kampung Sawah. Alhamdulillah, sayur tampak subur dan ada beberapa peserta yang sudah menikmati hasil panen kangkungnya. Ada  beberapa ekor lele yang sudah cukup besar, tetapi sebagian besar masih terlalu kecil. Enam ekor lele beratnya baru 400 gram (berarti 15 ekor/kg). Sementara, idealnya dalam 1 kg terdapat 9-10 ekor lele, sehingga panen ditunda.
 
Selanjutnya kami mengunjungi Kampung Kerang Hijau, Kalibaru. Di lokasi ini, sayur pengganti masih sangat kecil, lalu lele ada beberapa yang sudah cukup besar, tapi belum siap panen.
 
Terakhir, kami melakukan monitoring di Kampung Marunda. Alhamdulillah, sayur bayem tumbuh subur, siap dipanen. Untuk ikan lele, ketika diambil contoh beberapa ekor sudah memenuhi 9-10 ekor/kg. Maka, diputuskan panen saat itu juga.
 
Maa syaa Allah, takjub, haru, gembira bahagia, dan syukur yang mendalam. Hadha min fadhli robbi. Ya Robb, sungguh pemberian-Mu melampaui perkiraan kami. Lele yang besar dipanen, yang masih kecil dikembalikan ke kolam. Menyimpang dari rencana budikdamber, sebagian peserta terpaksa memindahkan lele dari ember ke kolam terpal, sedangkan sayur ditanam di pot dengan media tanam tanah.
 
Penyimpangan yang membawa manfaat, terutama pembelajaran. Lele selamat, tumbuh lebih pesat, sayuran lebih subur. Letih dan lelah sirna,berganti bahagia. Siang itu, kami makan bersama dengan menu ikan bakar Marunda Kepu, ditambah lele goreng hasil panen sendiri. Inilah lele yang paling enak yang pernah kami nikmati.
 
"Maka nikmat Allah yang mana lagi yang akan kita dustakan."
 
Terima kasih Yaa Allah, harapan bisa memberi "pancing" telah Engkau wujudkan. Semoga Sang Surya tetap bersinar, bukan hanya di Segitiga Pantura, tapi di seluruh dunia.
 
Robbanaa taqobal minna innaka anta sami'un 'alim. Wa tub 'alaynaa innaka anta tawwaburrohiim. Aamiin, allahumma aamiin.
 
 
Penulis : Anissah Nur (Aisyiyah, PDA Jakarta Utara)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari