'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Hindari Stress Pada Masa Pandemi
08 September 2020 10:24 WIB | dibaca 247
 
 
 
Penerapan social distancing dinilai bisa membuat orang-orang jenuh, terutama jika orang tersebut menerapkan anjuran #dirumahsaja secara ketat. Apabila rasa jenuh tidak dikelola dengan baik, maka akan menyebabkan stress. Apalagi yang rumahnya tidak luas, aktivitasnya makin terbatas, tentunya akan stress. Bercocok tanam melalui budikber sebagai kegiatan baru akan membantu diri lebih rileks dan fokus pada apa yang ditanam.
 
Sehubungan dengan hal tersebut, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Jakarta Utara mengadakan Zoom Meeting pada 1 Agustus 2020 dengan tema adalah "Edukasi Tentang Situasi Pandemi" dan "Perilaku Hidup Sehat di Masa Pandemi" untuk masyarakat di Kampung Sawah, Marunda, dan Tim Manager Area 5 Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta.
 
Berkaitan dalam penyebaran Covid-19 yang sangat cepat, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan wabah tersebut sebagai kejadian luar biasa yang harus segera dilakukan pencegahan, serta tindakan secara sungguh, masif, dan terkoordinasi dengan baik. Merespon hal ini, Muhammadiyah dan 'Aisyiyah telah melakukan pembagian masker, penyemprotan desinfektan, pembagian handsanitizer, bantuan makanan, distribusi APD medis, pembagian sembako, diskusi online, sosialisasi dan edukasi, juga pembagian vitamin dan dana tunai untuk kaum dhuafa.
 
'Aisyiyah di seluruh Indonesia merupakan bagian tidak terpisahkan dalam gerakan tersebut. Bersamaan dengan itu, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) meluncurkan Gerakan Keluarga Reslience/Lenting. Program ini adalah gerakan keluarga 'Aisyiyah untuk merespon Covid-19 dengan 4 (empat) hal : keluarga sehat (taat pada protokol kesehatan, menjaga 3M), keluarga hijau (mampu memilah sampah, menanam sayuran, memelihara budi daya ikan), smart logistic, serta care and share.
 
Oleh sebab itu membangun keluarga lenting dalam masa transisi menjadi sangat penting agar terhindar dari resiko ataupun dampak Covid-19. Salah satunya adalah dengan ternak lele dilengkapi dengan sayuran, dan composting untuk media tanam sayuran. Hal ini disampaikan oleh Ketua PDA Jakarta Utara, Ibu Dra. Soenanti, MM.
 
Sosialisasi edukasi selanjutnya adalah "Perilaku Hidup Sehat di Masa Pandemi" oleh Direktur Pelayanan Medik RSIJ Sukapura,dr. Fifi Tresia Mahaputeri Magfiroh MARS, MPM. Di akhir pemaparannya, dr. Fifi berpesan, sambil menunggu diketemukan vaksin yang tepat, yang saat ini masih dalam masa uji coba tahap ketiga, ada 7 hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Di antaranya: hindari stress, cemas, tetap bersyukur; hindari perilaku tidak sehat seperti merokok, minuman keras; istirahat cukup; cukup berolahraga; hindari dehidrasi; memenuhi nutrisi; dan yang terakhir vaksinasi.
 
Dari edukasi tersebut, ternyata pengelolaan stress merupakan peringkat pertama dalam masa pandemi ini. Stress bisa mempengaruhi syaraf simpatetik yang menggerakkan beberapa organ dalam tubuh menjadi lebih cepat. Misalnya kerja jantung lebih meningkat. Hal ini akan menyebabkan beberapa gejala penyakit muncul di tubuh manusia. (Nurhayati, Anggota Aisyiyah Muhammadiyah Senior Care (MSC) RS Islam Jakarta Sukapura)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari