'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
[ INSPIRASI ] Bersama Untuk Kelentingan
11 Oktober 2020 07:30 WIB | dibaca 232

Masa pandemik covid 19, sebuah masa yang baru bagi setiap orang. Tidak pernah disangka, kita akan mengalami dan bertemu dengan sebuah virus yang bernama Severe Accute Respiratory Syndrome Coronavirus type 2. Kasus positif covid 19 di Indonesia terdeteksi pada Maret 2020.

Sudah 3 bulan berjalan ( Juni 2020 ), belum ada tanda-tanda virus ini akan pergi dari Indonesia. Dan apakah kita terus berdiam diri ? Kita ketakutan ? Kita terpenjara ?

Wabah belum berakhir, usaha pemerintah untuk pencegahan dengan memakai masker jika keluar rumah, physical distancing, work from home dll sudah digalakan. Hanya kesadaran dari diri sendiri semua akan berjalan.

‘Aisyiyah tidak tinggal diam, dimasa yang sangat sulit ini tetap memikirkan anggotanya untuk bisa bertahan hidup. Bekerjasama dengan The Asia Foundation, ‘Aisyiyah melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana meluncurkan gerakan komunitas dan keluarga lenting.

Panggilan hati untuk bergabung di dalam program ini sangat besar, karena kita tetap harus beraktifitas, harus tetap produktif dan selalu bisa bermanfaat untuk umat. Dengan pengalaman sedikit dibidang keuangan sebagai bendahara di Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah selama 15 tahun dan bendahara di Pimpinan Daerah selama 5 tahun, saya beranikan diri mengemban posisi Finance Officer.

Alhamdulillah dalam program ini saya banyak mempunyai saudara baru dari 16 wilayah di Indonesia. Ibu-ibu yang hebat, yang ikut peduli akan bagaimana keluarga dan komunitas bisa lenting, survive dan bertahan dalam situasi pandemic Covid19. Banyak sekali suka dan duka dalam belajar bersama dengan hal-hal yang baru dalam program ini.

Laporan adalah sebuah bagian dari pertanggungjawaban sebuah program. Salah satunya adalah laporan keuangan , dan hal ini yang selalu menjadi momok dalam sebuah laporan.

Keuangan adalah sebuah angka pasti, angka yang sangat mudah di otak-atik, tetapi ternyata mudah bagi saya belum tentu mudah bagi orang lain. Dengan penuh kesabaran harus menyamakan persepsi dulu dengan orang berbeda dari 16 wilayah. Debit dan Kredit pun belum semua mengerti. Ada yang mudah memahami ada pula yang tidak paham sama sekali. Tetapi saya bangga dengan semangat ibu-ibu untuk selalu belajar dan belajar, untuk mencoba dan mencoba.

Kebiasaan baru di pandemic covid 19 inipun menjadi salah satu permasalahan, yaitu harus melek teknologi. Laporan yang dikirim lewat email dan dimasukan ke google drive pun belum semua rapi. Selalu harus memandu. Selalu harus mencari sendiri, tetapi semua itu dilakukan dengan bahagia. Bahagia bisa bermanfaat untuk orang lain. Dan terharu melihat ibu-ibu yang usianya mendekat senja mau belajar teknologi.

Dan tiga bulan program ini berjalan, semakin erat silaturahim persaudaraan antar kami, semakin pintar karena bertambah ilmu dan pengalaman. Insya Allah kwitansi, template laporan keuangan, form kegiatan akan menjadi kenangan bagi ibu-ibu aisyiyah dan bisa dijadikan sebagai pedoman juga untuk mengelola keuangan pribadi yang rapi.

Harapan program ini akan membawa manfaat untuk keluarga di Indonesia, bisa berkembang dan menular ke pelosok, membawa manfaat suntuk umat.

Sekali lagi wabah covid belum berakhir, jangan lupa pake masker, selalu cuci tangan, hindari kerumunan, menjaga jarak dan tetap produktif di era kebiasaan baru.

Semoga kita semua selalu sehat

Salam tangguh, salam lenting

 

Penulis: Pipit Yusfrita (Bendahara Program Lenting)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari