'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
LLHPB 'Aisyiyah Ajak Ustaz dan Ustazah Ikut Bangun Kesadaran Lingkungan
13 November 2021 19:53 WIB | dibaca 116
 
llhpb.aisyiyah.or.id - Jika belajar pada lingkungan, hal yang perlu diubah adalah attitude, way of life atau cara hidup, dan perubahan cara pandang. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Divisi Lingkungan Hidup Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Hening Parlan, dalam acara "Silaturahim Ustaz dan Ustazah Lingkungan yang dilakukan secara daring via Zoom, Jum'at (12/11/2021).
 
"Semua itu akan sulit jika dilakukan oleh orang biasa-biasa saja, tanpa persiapan, dan tanpa pengetahuan. Oleh karena itu, ustaz dan ustazah di Muhammadiyah dan 'Aisyiyah kita ajak. Merekalah yang akan membangun kesadaran lingkungan terutama di lingkungan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dan masyarakat pada umumnya," kata Hening.
 
"Ada tiga kegiatan inti," jelas Hening ketika memaparkan rincian Program Penanaman Pohon dan Sayur dengan Pola Asuh, "Pertama peningkatan kesadaran, kedua pola asuh pohon dan sayur, ketiga kontribusi ustaz dan ustazah lingkungan hidup dan pengurangan resiko bencana." Bila tidak sampai pada resiko bencana, maka menurutnya pengurangan resiko bencana menjadi tambahan sendiri. "Karena ini mempunyai dampak yang luas, kita akan bicarakan dampaknya kalau dari sisi lingkungan."
 
Hening melanjutkan, "Jika dalam perjalanannya bertemu pemerintah, lalu ditanya, 'Untuk apa ibu-ibu sibuk?' Maka jawabannya, sibuk karena ini terkait dengan rencana jangka panjang nasional tahun 2020 sampai dengan 2024."
 
Menyinggung keterkaitan antara Islam dan lingkungan hidup, Hening menuturkan, Islam adalah agama yang memiliki perhatian khusus terhadap lingkungan. "Agama kita, mempunyai hal yang luar biasa. Ada ayat-ayat yang terkait dengan lingkungan hidup. Maka kita ini sebagai khalifah. Etika seperti apa terhadap alam ini?" ujarnya. Maka, menurut Hening, kurang sesuai jika sebagai umat Islam justru mengambil peran diri dengan cara yang tidak tepat.
 
"Sangat disayangkan, Indonesia di atas 80 persen penduduknya beragama Islam, tetapi kerusakan lingkungan di Indonsesia sangat besar," ungkapnya. Oleh karena itu, ia meminta ustaz dan ustazah lingkungan hidup menjalankan perannya dengan baik dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak dari kerusakan lingkungan.
 
Kepada para ustaz dan ustazah lingkungan hidup, Hening juga menuturkan bahwa yang dilakukan mereka bukan cara kerja sektoral bersifat egosentris, tetapi universal. Oleh karena itu, ia meminta kerja sama dengan lembaga atau majelis lain baik di 'Aisyiyah maupun Muhammadiyah.
 
"Ustaz ustazah atau apapun namanya tidak bekerja satu pihak saja. Tidak hanya diikuti oleh 'Aisyiyah, carilah pihak-pihak yang bisa diajak bekerja sama," tutupnya.
 
Lilik Muyasaroh, Ketua LLHPB Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Tuban terkesan akan materi yang dipaparkan oleh Hening Parlan. Menurutnya, yang disampaikan sangat menarik, padat dan jelas.
 
"Yang disampaikan Ibu Hening membangkitkan semangat kita untuk menjaga dan memelihara lingkungan. Saya nge-fans sama beliau," ucap Lilik. *(iwan/fah)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari