'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
LLHPB Jawa Tengah Bangun Ketangguhan Keluarga Lewat Pelatihan Pembuatan Kompos Rumah Tangga
07 Agustus 2020 21:25 WIB | dibaca 89

 

Pelatihan  pembuatan komposter terkait dengan ketangguhan keluarga, Jumat (07/08/2020) di SMP Muhammadiyah 2 Makamhaji Kartosuro Sukoharjo

 

SUKOHARJO - Jumat (7/8) ini, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah bekerjasama dengan The Asia Foundation (TAF) mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Komposter terkait dengan ketangguhan keluarga di SMP Muhammadiyah 2 Makamhaji Kartosuro Sukoharjo. Menurut Ketua LLHPB PWA Jawa Tengah, Dra. Liliek TP., kegiatan ini untuk memberikan pelatihan pembuatan kompos dengan memberikan alat komposter kepada ibu-ibu guru TK. Pemberian alat komposter ini sebagai bentuk kepedulian LLHPB terhadap pendidik yang selama enam bulan ini work from home (WFH). “Kegiatan ini terkait dengan kelentingan keluarga, karena seorang ibu pasti akan melakukan kegiatan-kegiatan atau memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anaknya,” ungkap Liliek.

Di Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah, khususnya LLHPB, sudah terdapat beberapa program di musim pandemi ini. Pertama, pembuatan masker secara mandiri. Kedua, menyediakan padasan di depan rumah. Kemudian yang ketiga adalah pembuatan "budikdamber" atau budidaya ikan dalam ember yang di atasnya diberi sayuran. Sayuran ini kemudian dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu, sehingga dapat tercapai kelentingan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anak dan suaminya di rumah.

Harapannya, dengan adanya pelatihan komposter ini ibu-ibu dapat mengolah sendiri sampah organiknya. Selain itu juga dihadirkan bank sampah dari Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Makamhaji sebagai sinergi dengan ibu-ibu guru TK yang diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memilah sampah, mengubah perilaku dari yang biasa membuang sampah sembarangan menjadi terbiasa memilah sampah. Sampah organik diolah dengan komposter, kemudian sampah plastik bisa disetorkan dan dapat memiliki nilai ekonomi tinggi di bank sampah ‘Aisyiyah Makamhaji Kartosuro.

Ketika ibu-ibu sudah bisa membuat kompos dan ternyata melebihi kapasitas yang dibutuhkan, kompos tersebut dapat dijual ke teman, kolega, ataupun bekerjasama dengan saudagar Muhammadiyah atau Ikatan Pengusaha ‘Aisyiyah (IPAS) untuk bisa dijualkan komposnya dengan harga yang terjangkau.

“Semoga apa yang kami usahakan ini bisa memberikan kelentingan kepada ibu-ibu untuk tetap tangguh di musim pandemi ini,”ungkap Liliek.

Sri Handayani selaku masyarakat sangat berterima kasih kepada LLHPB wilayah Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan berupa alat membuat kompos (komposter). “Insyaallah nanti saya akan memberikan menularkan ilmu yang telah saya dapatkan di pertemuan ini kepada masyarakat di lingkungan saya,” ungkap Sri Handayani yang juga seorang guru TK di daerah Makam Haji. (LLHPB PWA Jateng)

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari