'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
LLHPB PWA DKI Jakarta Menilik Perkembangan Budikdamber di Kampung Sawah
27 September 2020 21:03 WIB | dibaca 223
 
Budikdamber ditempatkan di bawah pohon rindang, Silaturahmi-Monitoring Evaluasi I, Kampung Sawah 20 Agustus 2020
 
 
JAKARTA UTARA - Kampung Sawah adalah pemukiman yang terletak di bekas tempat pembuangan sampah, dikelilingi tumpukan kontainer yang menjulang tinggi seperti gedung bertingkat.
 
Salah satu keluarga yang tinggal di Kampung Sawah adalah keluarga Bapak M. Yamin. Rumah tinggal beliau yang merupakan Ketua Komunitas Lenting dipakai sebagai tempat belajar mengajar TK Aisyiyah 16. Ibu Siti Hadijah, isteri Bapak M. Yamin, adalah kepala sekolah sekaligus guru TK ini.
 
Kedatangan kami untuk silaturahmi dan monitoring-evaluasi program Keluarga dan Komunitas Lenting ke Kampung Sawah (20/8) mendapat kejutan yang manis. Budikdamber di sini berjalan baik. Lele tidak terlalu banyak yang mati dan sayur tampak subur. Sepertinya mereka melakukan budikdamber dengan ikhlas sepenuh hati. Inovasi tetap ada, mereka memindahkan sebagian lele ke kolam karena rasa kasihan. Terlalu banyak penghuni ember mengakibatkan perkelahian di antara lele. Yang membuat kagum, warga  Kampung Sawah ada yang memakai air PAM, ada pula yang menggunakan air sumur. Ada yang rajin mengganti air ada yang jarang. Tapi, kondisi lele tidak terlalu berbeda.
 
Ketika mengetahui mengenai adanya program kelentingan komunitas dengan budidaya ikan dalam ember (budikdamber), warga yang tidak diikutsertakan mendatangi ketua komunitas, minta dilibatkan. Jawaban ketua komunitas sungguh menarik, "Ini kan baru belajar, nanti kalau berhasil, insyaAllah ada donatur yang akan membantu lagi." (Anisa Nur/PDA Jakarta Utara)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari