'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Perempuan Aisyiyah Siap Hadapi Bencana dengan KATANA
11 April 2021 13:04 WIB | dibaca 129
 
 
JAWA TENGAH - Kamis (08/04) malam, LLHPB PWA Jawa Tengah bersama MDMC adakan webinar bertajuk "Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana bagi Keluarga". Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting tersebut merupakan bagian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) 2021.
 
Dalam sambutannya, Ketua LLHPB PWA Jawa Tengah Lilik Tri Prihantini menyampaikan peran lembaga dalam penanggulangan bencana sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan turut sertanya LLHPB PWA Jawa Tengah dalam membantu pemerintah menangani bencana. "Kami (LLHPB PWA Jawa Tengah -red) selama 5 tahun sudah bekerja di bidang penanggulangan bencana dengan mengadakan dapur umum dan  memberi dukungan psikososial," jelas Lilik pada webinar yang dihadiri sekitar 160 peserta tersebut.
 
Dalam hal kesiapsiagaan bencana, peran perempuan tidak bisa disingkirkan begitu saja. Justru, perempuan punya andil dalam transfer pengetahuan menyoal bencana. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Ketua Divisi Penanggulangan Bencana Chayanita Sekar, "Dalam penanggulangan bencana, perempuan termasuk kaum yang efektif dalam transfer pengetahuan dan wawasan kepada anak, keluarga dan lingkungannya."
 
Jika melihat letak geografis, Jawa Tengah memang termasuk daerah yang penuh dengan resiko bencana. Apalagi melihat indeks resiko bencana Jawa Tengah di angka 146 (kritis). Hal ini seharusnya menjadi perhatian khusus utamanya bagi perempuan di Jawa Tengah agar siap menghadapi bencana. "Jawa Tengah itu mendapat julukan sebagai supermarketnya bencana. Sebab hampir semua resiko ancaman bencana ada disana. Makanya penting setiap keluarga memiliki KATANA (Keluarga Tangguh Bencana)," terang Plt. Kalakhar BPBD Prov Jateng Safrudin. 
 
Senada dengan Safrudin, Chairil Anam juga mengajak setiap perempuan untuk membangun kesiapsiagaan bencana dimulai dari keluarga. "Sebab kita tidak bisa menolak bencana. Tetapi yang bisa kita lakukan adalah mengurangi resiko angka bencana," jelas Chairil yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MDMC Jawa Tengah Bidang Tanggap Darurat Bencana.
 
Chairil mencontohkan dengan adanya kasus kebakaran. "Misal ada kebakaran. Jangan panik dulu kalau tiba-tiba ada kompor meledak," tegas Chairil. Begitu juga apabila datang banjir dan bencana alam lainnya. 
 
"Setiap keluarga kita harusnya sudah mengenali tanda-tanda jalur evakuasi yang dibuat oleh BPBD pemerintah," imbuh Chairil.
 
Selain itu, perempuan dapat berperan dalam penataan ruang dan tata letak barang di rumah. Sebab ternyata, jelas Satriyo Yudo, penataan barang/ruang yang tidak tepat bisa menghalangi mitigasi bencana khususnya gempa bumi. 
 
"Lemari jangan ditaruh bersebelahan dengan tempat tidur. Peletakan barang diatas almari jangan sampai menumpuk. Akses ke pintu dan jendela jangan terhalang," perintah Satriyo yang menjabat Divisi Pendidikan dan Pelatihan MDMC Jateng saat menjelaskan penataan ruang/barang yang benar.
 
Dengan adanya webinar pelatihan kesiapsiagaan bencana ini, diharapkan 35 LLHPB PDA se-Jawa Tengah membuat video berdurasi 1 menit dengan tema yang sudah ditentukan. Nantinya video tersebut akan ditayangkan di puncak peringatan HKBN. (Tim Media dan Publikasi LLHPB PWA Jawa Tengah)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari