'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Ubah Prilaku Menjaga Kebersihan Lingkungan, LLHPB Riau Edukasikan Pengelolaan Sampah Domestik pada Masa Pandemi COVID-19
22 Agustus 2020 15:18 WIB | dibaca 297
 
 
PEKANBARU - Akibat dari pandemi COVID-19 hampir seluruh kegiatan dilakukan didalam rumah dan masyarakat diminta mengurangi sejumlah kegiatan diluar rumah. Sehingga menyebabkan meningkatnya produksi sampah terutama sampah rumah tangga.
 
Dalam acara Webinar yang diselengarakan oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penangulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Riau pada Kamis, (20/8/2020) pagi tersebut menyoroti prilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah domestik pada masa pandemi COVID-19. 
 
Berdasarkan data kontributor sampah selama pandemi, sampah yang berasal dari rumah tangga menjadi memuncak pertama terbayak dengan persentase 44.5 persen.
 
Pimpinan Wilayah Aisyiyah Riau yakni Dra. Mudarni Hidayati dalam sambutannya mengatakan bahwa salah satu contoh sampah yang dihasilkan dari domestik atau rumah tangga adalah minyak jelantah. Sehingga menyebabkan tercemarnya lingkungan di perkotaan.
 
"Seharusnya minyak itu (jelantah) dipakai sekali atau dua kali. Namun belakangan ini banyak yang memakainya sampai berulang-ulang kali. Nah itukan tidak bagus untuk kesehatan kita dan lingkungan," kata Mudarni.
 
Semetara itu Majlis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Ir Gatoto Supangkat, MP yang menjadi pemateri tersebut mengatakan bahwa pada Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar membawa 3 isu lingkungan. 
 
Pertama, isu ke umatan prilaku hidup bersih, kedua isu kebangsaan masalah air dan hemat air, terkahir isu universal dunia, Muhammadiyah Aisyiyah sangat perhatian terhadap lingkungan.
 
Selanjutnya Gatot beranggapan bahwa
fenomena sekitar masih banyak masyarakat yang dengan sengaja membuang sampah berbahaya dan beracun. Ia menyesalkan masih kurang nya kesadaran keluarga untuk berperilaku hidup bersih.
 
"Di Muhammadiyah konsep keluarga sakinah mangacu pada lingkungan sekitar," jelasnya.
 
Menyikapi sampah domestik pada rumah tangga, kata Gatot harus dimulai dari  sendiri meski sederhana. Selanjutnya berusaha melakukan lebih dahulu dari orang lain. Sebisa mungkin hindari perbuatan yang menyusahkan.
 
Selanjutnya kata Gatot, usahakan kebaikan bukan untuk sendiri. Sehingga mampu mengendalikan diri dan ajak seluruh teman serta masyarakat. Terkahir, selalu percaya tidak ada sesuatu diciptakan degan sia-sia.
 
Gatot menambahkan, metode pengelolaan sampah domestik ada 3 yang lebih baik adalah Reuse Reduction Recyle (3R). Namun menurut Gatot pengelolaan yang lebih baik harus diawali dengan Reduce yaitu memanfaatkan kembali.
 
"Sesuatu yang sudah dianggap sampah tidak dibuang namun masih bisa dimanfaatkan untuk fungsi lain mengingat sampah dipandang sebagai energi baru," jelasnya.
 
Hingga saat ini program yang sudah dijalankan oleh MLH PP Muhammadiyah salah satunya shodaqoh sampah. Program ini sebagai upaya pengelolaan sampah dan kontribusi nyata dari Muhammadiyah sebagai penyelamat lingkungan.
 
Acara yang dipandu oleh Dr. Wirdati Irma, S.Pd., M.Si selaku Manager Area LLHPB PWA Riau memberi kesadaran bagi peserta untuk mengubah prilaku hidup bersih dengan menempatkan sampah pada tempatnya.
 
"Jadi bukan membuang sampah pada tempatnya tapi menempatkan sampah pada tempatnya," jelas Irma menyimpulkan materi. (Rmn/LLHPB Riau)
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari