'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Profil
LLHPB PP Aisyiyah Mempersiapkan Exit Strategy bagi Program Kerja Sama dengan The Asia Foundation
05 Oktober 2020 15:20 WIB | dibaca 429

Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP ‘Aisyiyah diamanahi untuk melaksanakan Program “Membangun Kelentingan Keluarga dan Komunitas dalam Menghadapi Masa Pandemi Covid-19”, yang merupakan program kerjasama Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dengan The Asia Foundation sejak Juli hingga pertengahan Oktober 2020 mendatang. Program ini telah dilaksanakan di 16 (enam belas) Pimpinan Wilayah Aisyiyah se Indonesia, yaitu: PWA Bali, Banten, Bengkulu, DIY, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Riau, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Menjelang pengakhiran program, LLHPB PP Aisyiyah mempersiapkan Exit Strategy Program dengan menyelenggarakan koordinasi daring melalui ZOOM pada Rabu 23 September 2020. Koordinasi ini dihadiri oleh 55 orang peserta, baik dari Tim Manajemen LLHPB PP Aisyiyah maupun LLHPB PWA dari 16 wilayah penerima program. Agenda yang dibahas pada pertemuan Exit Strategy ini yaitu mulai dari mekanisme pelaporan akhir, capaian program, monitoring dan evaluasi, hingga rencana pembuatan buku dan video pembelajaran program.

 

 

 

Masukan dan Arahan Keberlanjutan Program dari Kacamata Pimpinan

Dalam kesempatan ini, Ketua LLHPB PP Aisyiyah Ibu Dra. Hj. Nurni Akma hadir memberikan sambutan dan membuka acara. Ibu Nurni mengajak kepada Ibu-Ibu ‘Aisyiyah untuk meningkatkan upaya membangun kelentingan keluarga dan komunitas di masing-masing wilayahnya dengan giat dan serius. Hal ini, menurutnya, sebagai wujud pengabdian Aisyiyah untuk memberikan hal terbaik kepada masyarakat. “Siapa lagi yang memberikan kedamaian dan ketentraman kepada masyarakat kalau bukan ‘Aisyiyah? Apa yang kita kerjakan ini, mari kita niatkan sebagai sedekah, mari kita bersedekah bersama-sama untuk meringankan beban ummat.” ungkapnya.

 

Ketua LLHPB PP Aisyiyah Ibu Dra. Hj. Nurni Akma sedang memberikan sambutan

 

Ibu dr. Atikah M Zaki, MARS selaku Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Koordinator Bidang LLHPB juga hadir memberikan masukan dan arahan mengenai exit strategy dan tindak lanjut program dari kacamata Pimpinan. Beliau berharap akan ada keberlanjutan kegiatan setelah program ini yang dilakukan oleh kader ‘Aisyiyah dari tim pengelola program. Menurutnya, kegiatan ini bisa dikembangkan melalui kerjasama berbagai Majelis dan Lembaga di Aisyiyah dan di Muhammadiyah, maupun dengan Pemerintah atau Dinas terkait. “Tanpa ada bantuan dari luar pun, misalnya ada program yang diinstruksikan dari Pimpinan Pusat, maka dengan cara apapun itu bisa diusahakan oleh Ibu-Ibu Aisyiyah” ungkapnya. Dalam kesempatan ini, beliau juga memberi arahan agar video pembelajaran maupun buku-buku panduan yang dihasilkan dari program ini bisa disebarluaskan kepada wilayah-wilayah yang lain dan ke majelis lembaga yang lain.

 

Ibu dr. Atikah M Zaki, MARS selaku Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Koordinator Bidang LLHPB sedang memberikan masukan dan arahan mengenai exit strategy dan tindak lanjut program dari kacamata Pimpinan

 

Strategi Penyelesaian Laporan Akhir Program

Terkait mekanisme pelaporan, Ibu Surria Dwiwahyu selaku Program Manager menyampaikan teknis terkait laporan kegiatan, laporan keuangan, dan laporan media. Beliau mengarahkan agar laporan dari masing-masing wilayah diselesaikan sebelum 2 Oktober 2020, sehingga tim manajemen LLHPB Pusat masih cukup waktu untuk memberikan koreksi dan konsultasi sebelum pada pertengahan Oktober 2020 nantinya dilaporkan kepada The Asia Foundation sebagai laporan akhir program. “Tetap semangat bunda-bunda semua, jika ada kesulitan mohon bisa hubungi masing-masing penanggungjawab laporan.” pungkasnya. Dalam pengelolaan laporan program, LLHPB PP Aisyiyah memanfaatkan fasilitas Google Drive untuk berbagi akses data antara manajemen pusat dan manajemen wilayah. Ibu Surria juga menegaskan agar semua laporan wilayah, baik laporan kegiatan, keuangan, dan media diunggah di Google Drive.

 

Capaian Program dan Semangat Pergerakan Persyarikatan

Menurut Ibu Hening Parlan selaku Program Advisor, banyak hal membanggakan yang telah dicapai oleh Ibu-Ibu Aisyiyah hingga periode laporan kedua ini. Pada Kegiatan Pendidikan Penguatan Resiliensi Keluarga oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah, LLHPB PP sudah melaksanakan Dialog dan Silaturahmi dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah dan Country Representative The Asia Foundation dihadiri sebanyak 182 orang peserta. Sedangkan pada Kegiatan Pendidikan Penguatan Resilience Keluarga dan Komunitas, mengalami kenaikan 359% dengan jumlah penerima manfaat 6864 anggota atau jiwa. “Karena kita mengerjakannya dengan gembira, karena kita mengerjakannya dengan kolaborasi dengan banyak orang, kita bekerja dengan banyak pihak, dengan majelis, dengan lembaga, dengan internal Muhammadiyah dan Aisyiyah bahkan di luar itu, maka dari yang harusnya 3 bulan 715 KK, sekarang 2 bulan kita sudah 1716 KK.” terangnya.

Ibu Hening juga menyampaikan bahwa pada Kegiatan Pengembangan Inovasi Ketahanan Pangan bagi Keluarga, sudah mengalami kenaikan 147,5%. Yang semula targetnya 585 KK tapi setelah laporan fase kedua sudah mencapai 537 KK. Sedangkan pada Kegiatan Pengembangan Media, sampai per tanggal 10 September 2020, terdapat 150 publikasi, yaitu 138 publikasi di media internal Muhammadiyah dan Aisyiyah, dan 20 publikasi di media eksternal Muhammadiyah dan Aisyiyah. “Luar biasa capaian bunda-bunda dalam 2 bulan ini. Inilah hal-hal baik yang perlu kita kabarkan.” ujarnya.

Kepada Ibu-Ibu Aisyiyah, Ibu Hening mengingatkan bagaimana semangat K.H. Ahmad Dahlan mendorong keberlanjutan Pergerakan Persyarikatan Muhammadiyah. “Dengan capaian seperti ini, haruskah kita berhenti? Tidak. Kita tidak akan berhenti. Kalau membaca bukunya K.H Ahmad Dahlan itu, kunci dari seseorang yang ada di Muhammadiyah adalah proses yang tidak boleh berhenti. Jadi, sesibuk apapun diri kita semuanya, nggak boleh meninggalkan sedetikpun Muhammadiyah dan Aisyiyah. Jadi orang itu berprosesnya adalah bergerak. Maka jika selama kita masih bergerak, kita harus berMuhammadiyah dan berAisyiyah.”  

 

Foto bersama seluruh tim manajemen dari LLHPB PP Aisyiyah dan 16 Pimpinan Wilayah Aisyiyah penerima program

 

Membuat Exit Strategy Berangkat dari Hal-Hal Baik yang Telah Dicapai

Pada pertemuan ini, Ibu Hening Parlan mengarahkan agar Ibu-Ibu Aisyiyah mampu membuat Exit Strategy dari hal-hal baik yang telah dicapai, menggunakan ABCD: Asset Based Community Development. “ABCD adalah suatu kegiatan yang dilihat tidak dari problematika, tetapi ini kita lihat dari Asset based. Jangan dilihat problemnya, tapi lihat assetnya. Jadi kita tidak mulai dari problematika, tapi kita mulai dari asset based. Yang dimulai dari Bali, misalnya sudah punya program sampah 3R, Jawa Timur misalnya melanjutkan pendidikan. Semuanya bisa dilihat bukan dari problematika. Karena kalau berangkatnya dari problematika, yang terjadi bukan semangat, tetapi adalah downgrade. Saya tidak mau bunda-bunda yang sudah mencapai ini menjadi turun.” terangnya. Ibu Hening berharap, pada pertemuan berikutnya nanti, bagi yang ingin menyusun program ataupun mempunyai rencana kegiatan, Ibu-Ibu ‘Aisyiyah sudah menyiapkan diri dengan menunjukkan asset yang dimiliki.

“Jadi program lenting itu tidak serta merta selesai terus buyar. Saya akan tetap mendampingi bunda-bunda sampai ini jadi sesuatu, dengan pendekatan asset based.” tegasnya. Ibu Hening meyakinkan Ibu-Ibu Aisyiyah bahwa masing-masing wilayah punya potensi. Beliau memberikan contoh misalnya Ibu-Ibu Aisyiyah bisa ber-MOU dengan Universitas Muhammadiyah/ Aisyiyah setempatnya. Menurutnya, asset based bisa dimulai dari : (1) melihat potensi di Aisyiyah atau Muhammadiyah, (2) memfokuskan tujuan, (3) menyiapkan resource untuk menjalankan asset based, misalnya meningkatkan softskill ibu-ibu Aisyiyah dalam mengelola program.

 

Ibu Hening Parlan sedang mengarahkan agar Ibu-Ibu Aisyiyah mampu membuat Exit Strategy dari hal-hal baik yang telah dicapai, menggunakan ABCD: Asset Based Community Development

 

Program LLHPB PP Aisyiyah Berikutnya: Green, Resilience, dan Inclusive.

Pada pertemuan ini, Ibu Hening Parlan memberi masukan mengenai program LLHPB ke depan diharapkan bisa meningkatkan Gerakan ‘Aisyiyah pada green dan resilience.Green adalah nilai atau valuenya, di mana Ibu-Ibu Aisyiyah menanamkan nilai-nilai sustainability untuk keberlangsungan generasi. Sedangkan Resilience, Ibu-Ibu Aisyiyah meningkatkan upaya pengurangan risiko bencana  melalui training. Dalam upaya Green maupun Resilience, Ibu-Ibu Aisyiyah bisa bekerjasama dengan seluruh aset Muhammadiyah dan Aisyiyah, baik itu majelis, lembaga, ortom, dan amal usaha.

 

Di Nasional, dalam upaya Green, LLHPB PP Aisyiyah akan menyelenggarakan Ngaji Lingkungan s/d Maret 2021 bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ngaji Lingkungan ini akan dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Sedangkan dalam upaya Resilience, LLHPB PP Aisyiyah akan menyelenggarakan Training Fasilitator bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Training ini akan mengundang Ibu-Ibu Aisyiyah dari seluruh wilayah.

 

Kegiatan LLHPB PP Aisyiyah bukan hanya akan mengundang narasumber dari Muhammadiyah atau Aisyiyah, tapi juga akan mengundang orang-orang yang punya pengetahuan dan ketrampilan dari bidang atau organisasi yang lainnya. “Kita tidak menutup diri dan kita tidak eksklusif. Namun kita inklusif bekerjanya.” terangnya.

 

Merekam Pembelajaran Program melalui Monev, Buku Praktik Baik, dan Video Pembelajaran.

Dalam mempersiapkan pengakhiran program, LLHPB PP Aisyiyah juga mempersiapkan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev), penyusunan buku praktik baik, dan video pembelajaran program.

Monev ini dilakukan untuk membantu mengecek bagaimana target capaian dari masing-masing wilayah. Adapun untuk melihat capaian, dilakukan metode kuantitatif dan kualitatif. Dalam hal kuantitas, dilihat dari berapa besar jumlah penerima manfaatnya. Dalam hal kualitas, dilihat dari dampak, yang dipelajari dari 4 pertanyaan: Apa yang berjalan dengan sangat baik?, Apa yang telah dipelajari?, Apa yang hebat?, dan Apa yang menyenangkan?.

“Bahan monev melalui review dokumen laporan. Monev akan menginterview beberapa wilayah sebagai sampel responden.” terang Surya Rahman, Direktur Humanitarian Forum Indonesia, yang mendampingi kegiatan Monev program kelentingan keluarga dan komunitas Aisyiyah

LLHPB PP Aisyiyah dan tim juga telah merancang outline untuk menyusun Buku Praktik Baik yang diresume dari 150 lebih publikasi kegiatan dari 16 wilayah. Selain itu, tim dari LLHPB PP Aisyiyah juga akan mengompilasi Video kegiatan dari 16 wilayah sebagai dokumentasi video pembelajaran program. Buku dan video yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi Pimpinan Wilayah Aisyiyah yang lain, serta Majelis dan Lembaga yang lain. (Adiba)

 

Surya Rahman, Direktur Humanitarian Forum Indonesia, menjelaskan rencana pendampingan kegiatan Monev program kelentingan keluarga dan komunitas Aisyiyah.

Shared Post:
Arsip
Berita Terbaru